Rabu, 23 November 2011

Reformasi & Theologi Reformed

Reformasi & Theologi Reformed

Seberapa tahukah kalian mengenai perbedaan antara ajaran Luther dan Calvin? Apakah prinsip-prinsip dasar Theologi Reformasi yang dilakukan oleh para reformator? Apakah relevansi Theologi Reformasi pada masa sekarang ini? Pertanyaan-pertanyaan tadi adalah sebagian dari pertanyaan-pertanyaan yang kadang tersembul di benak kita atau ditanyakan oleh orang-orang lain yang ingin tahu lebih banyak tentang Reformed. Pertanyaan-pertanyaan mendasar dan memerlukan penyelidikan lebih lanjut ketika hendak dicari jawabannya. Buku berjudul Reformasi & Theologi Reformed ini berisi sebagian jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul ketika menyelidiki Theologi Reformed.

Sejarah dan latar belakang reformasi diuraikan di dalam buku ini. Mulai dari filsafat yang mempengaruhi theologi Abad Pertengahan, latar belakang pemikiran Luther, kelemahan gereja Katolik Roma pada masa itu, pengaruh Agustinus dalam pemikiran reformasi, hingga pemakuan 95 tesis reformasi di pintu gerbang gereja Schloβkirche di Wittenberg, Jerman pada tanggal 31 Oktober 1517 oleh Martin Luther.

Martin Luther dan para reformator setelahnya seperti Calvin, Zwingli, dan Melanchthon pada dasarnya tidak ingin menyerang, merombak doktrin, dan memecahkan gereja, melainkan mempengaruhi gereja agar kembali setia kepada Allah. Mereka menolak tradisi yang telah berakar di gereja Katolik Roma seperti kekuasaan Paus adalah yang tertinggi, termasuk berhak meniadakan dosa, penjualan karcis penebusan dosa, ajaran Maria sebagai ratu sorga dan ibu Tuhan, dan lain-lain. Pengikut Kristus diharapkan untuk kembali pada pengajaran yang utuh, seimbang, dan sesuai dengan Alkitab, bukan filsafat atau pikiran manusia. Dalam praktiknya, Gerakan Reformasi diharapkan mampu merobohkan yang salah dan membangun kembali yang benar, serta ketat dalam menjalankan disiplin gereja. Adapun terdapat pula perbedaan pandangan antara Luther dan Calvin yaitu dalam doktrin Allah, Kristologi, doktrin dosa, dan doktrin gereja. Semuanya dijelaskan satu-persatu di dalam buku ini.

Pdt. Dr. Stephen Tong mengingatkan bahwa sikap positif mengoreksi diri terus-menerus mengakibatkan dampak sampingannya dalam sejarah gereja Reformed sehingga ada yang menjadi liberal atau terseret arus theologi modern. Tapi justru gereja yang liberal menjadi berkurang anggotanya. “Hal ini disebabkan dalam liberalisme tak ada lagi Injil yang murni dan iman kepercayaan yang akurat serta murni yang dapat dipelihara....” (hlm. 47). Maka dari itu hamba Tuhan yang telah melayani Tuhan selama lebih dari 50 tahun ini mendirikan Gerakan Reformed Injili supaya mempunyai dasar ajaran firman Tuhan yang mendalam dan ketat, selain itu juga aktif dalam mengabarkan Injil.

Adapun dijelaskan pula penentang dari Reformasi yaitu Kontra Reformasi dari Katolik Roma dan gerakan Reformasi Radikal dari orang-orang yang merasa kurang puas dengan para reformator. Dibentuklah kaum Jesuit oleh Loyola yang usahanya dalam mendidik seseorang untuk setia pada Katolik Roma dan keketatan pendidikannya patut diacungi jempol, tetapi menghalalkan segala cara dalam Kontra Reformasi. Sehingga lambat laun ditutuplah sekolah Jesuit tersebut.

Pandangan tradisi Reformed dan lima prinsip dasar dari doktrin keselamatan dan doktrin Allah yang dikenal dengan akronim TULIP dijelaskan dengan gamblang. Sebuah prinsip yang menyatakan perubahan status dari orang berdosa menjadi orang kudus oleh karena penebusan Kristus. TULIP terdiri dari:

1. Total Depravity (kerusakan total manusia yang berdosa)

2. Unconditional Election (pilihan Allah yang tanpa syarat)

3. Limited Atonement (penebusan Kristus hanya terbatas bagi umat pilihan)

4. Irresistible Grace (anugerah Roh Kudus yang tidak dapat ditolak)

5. Perseverance of the Saints (ketekunan orang kudus sampai pada akhirnya)

Dijelaskan pula pengaruh Theologi Reformed di dalam penghargaan terhadap hak manusia, sastra, budaya, dan musik. Teknologi produksi yang paling akurat adalah berasal dari negara-negara yang dipengaruhi oleh Theologi Protestan seperti Jerman, Swiss, Swedia, dan sebagainya. Adanya mandat budaya memungkinkan orang Kristen menjadi terang di segala bidang kehidupan, mulai dari polisi, hakim, profesor, guru, pedagang, dan lain-lainnya. Ini terlihat dari nilai kejujuran lebih dijunjung tinggi di negara-negara Barat daripada negara-negara agama lain maupun komunis. Pdt. Dr. Stephen Tong menasihatkan bahwa gereja yang baik haruslah membenahi doktrinnya, hidup menurut etika yang sesuai ajaran Alkitab, membenahi makna hidup dan pelayanan, memuliakan Tuhan di bidang-bidang yang berbeda, dan mendorong pekabaran Injil.

Buku ini merupakan rangkaian dari seri Theologi Reformed karya Pdt. Dr. Stephen Tong, pendiri Lembaga Reformed Injili Indonesia, seorang yang telah mempersembahkan hidupnya melayani Tuhan sejak 1957. Ia memberikan contoh nyata dari pengalamannya di buku ini untuk mempermudah pembaca memahami isi yang disampaikan. Buku ini mudah dipahami dan bukanlah buku yang penuh dengan terminologi khusus serta filsafat yang berat. Diharapkan buku ini dapat menjadi pengantar untuk mengenal Reformed dan wawasan Theologi Reformed. Pembaca awam yang telah lama menjadi orang Kristen namun masih merasa belum banyak mengetahui tentang Theologi Reformed maupun orang yang baru mengenal Theologi Reformed dianjurkan untuk membacanya.

http://www.buletinpillar.org/resensi/reformasi-theologi-reformed

komentar pribadi sya :

sebagai orang Protestan (reformasi) , kita jangan taunya ikut-ikut saja !

1 Ptr 3:15 menjelaskan bahwa Iman Kristen adalah iman yang bisa dipertanggung jawabkan (bukan iman fanatik buta)

sebagai orang Protestan, setidaknya kita harus mempelajari mengapa kita memeluk Protestan ? mengapa tidak yang lain ? apa sih Protestan itu ? kq bisa muncul ? munculnya karena apa ? tujuanya para reformasi itu apa sih ?

lalu Theology itu apa ? Theologi merupakan kristalisasi dan sistematisasi dari pengenalan akan Alkitab.

apa itu Reformed dan mengapa harus Reformed ?

buku ini menjelaskan sejarah yang penting tentang reformasi dan juga berisi sebagian jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang mungkin timbul ketika menyelidiki Theologi Reformed.

karenanya buku ini bisa dikatogorikan sebagai salah satu buku yang dianjurkan dimiliki orang Kristen Protestan terlebih Protestan Reformed.

GBU !

-SDG-

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------tertarik ??

untuk informasi lebih lanjut :

http://www.momentum.or.id/index.php/mod_detil/10400164/id/

Ni Covernya :)

Ini yang menulisnya, beliau adalah Pdt. Stephen Tong, B.Th., D.L.C.E., D.D.

Ada apa di balik kisah Yusuf ?

Alkitab memberikan kesaksian kepada kita bahwa ada 2 orang yang di katakan oleh orang bukan kaum pilihan bahwa : “ada roh Allah dalam dirinya” yaitu Daniel dan Yusuf.

-Daniel karena berada di kandang singa dan tidak di terkam singa sampai keesokan harinya.

-Yusuf karena berhasil menafsirkan mimpi si Firaun.

Kali ini saya hanya akan membahas Yusuf saja.

Kalau kita hendak mencari orang seperti Yusuf di Zaman sekarang ini tidak akan kita bisa temukan.

Yusuf dilahirkan sebagai anak kesayangan oleh Yakub (Bapaknya) melalui istri kesayanganya Rachel

Yang merupakan anak pertama dari Rachel yang merupakan Hasil cinta Yakub.

Karena merupakan anak kesayangan Yakub, Yusuf di iri oleh saudara”nya yang lain, sampai” hampir di bunuh oleh saudaranya namun akhirnya dia di jual kepada orang Ismael sebesar 20 Syikal perak

Yang kemudian di jual kembali ke Seorang Mesir (Potifar, pegawai istana Firaun, kepala Pengawal raja.)

Tetapi Tuhan menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaanya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

Setelah di lihat oleh tuannya bahwa Yusuf di sertai Tuhan Sehingga selalu berhasil dalam setiap pekerjaanya, maka Yusuf di mendapat kasih tuannya dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf di berikannya kuasa atas segala miliknya kepada kuasa Yusuf. Sejak itu Tuhan memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat Tuhan ada atas segala miliknya.

Adapun Yusuf itu manis sikap dan elok parasnya. Selang beberapa waktu, Godaan datang dari istri tuanya yang mengajak tidur bersamanya.

Kejadia 39 ayat 8-9:

(8) Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, (9) bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"

Perkataan ini juga di katakan oleh Paulus bahwa kita berbuat sesuatu harus seperti di depan Tuhan Allah. ( jangan ada kamera baru baik”, jangan ada guru baru tidak nyontek)

Kalau seandainya Yusuf mau, maka keberuntungan palsu akan datang bertubi” :

Kalau kita pikir istri Potifar tentau saja tidak jelek “ banget kan > (main seks dengan cewek cantik dan gratis ) dan mendapat banyak kemudahan (kuasa & Harta)

Kalau menolak, kemungkinan dia akan di fitnah, akan di benci, akan di kerjain,dst (tidak habis”)

Dalam pertimbangan untung ruginya itu dia tetap tidak memperdulikan, dia tetap patuh, tetap taat kepada perintah Tuhan. Inilah yang kita sulit mencapainya.

Kita hanya bisa salut dan kagum denganya.

Saya rasa perkataan dari Yusuf ini dapat menjadi teladan bagi semua pemuda di segala zaman, baik yang zaman dahulu (sejarah) ataupun yang akan datang (future) ini adalah sebuah teladan yang sangat berharga.

*Ini adalah Penguasaan diri yang sangat hebat.

Banyak orang menyesal ketika di hukum bukan sadar atas kesalahanya

Sama seperti siswa yang tidak belajar di saat ulangan. Dia bukan takut ujiannya, tetapi takutnya nilainya jelek.

**Bertingkah laku ketaatan yang sejati bukan ketaatan di bawah ancaman hukuman.

Penguasaan diri banyak sekali contohnya:

Tetapi kita ambil contoh dari seks saja.

Karena sesuai dengan waktu kita. Seperti Orang dewasa mengatakan 3TA yaitu :

-Tahta

-Harta

-Wanita

Yang menurut mereka seorang dikatakan sukses kalau sudah bisa memenuhi 3 hal ini.

Seorang pendeta yang dari PRC mengatakan bahwa di Beijing ada perkataan begini:

Laki” berubah menjadi nakal setelah mempunyai uang sedangkan perempuan nakal dahulu baru berubah menjadi punya uang.

Inilah sekilas yang berkaitan dengan seks.

Kalau kita membaca dengan teliti sampai akhir cerita Yusuf, kita akan mengerti bahwa

Kej 41: 37-57 ( Khususnya ayat 38,39,40 )

(38) Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: "Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"

(39) Kata Firaun kepada Yusuf: "Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau.

(40) Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."

Terjemahan lain mengatakan:

(38) Lalu raja berkata kepada mereka, "Tak mungkin kita mendapatkan orang lain yang lebih cocok daripada Yusuf, sebab ia dipimpin oleh Roh Allah."

(39) Maka raja berkata kepada Yusuf, "Allah telah memberitahukan semua ini kepadamu, jadi jelaslah bahwa engkau lebih cerdas dan bijaksana dari siapa pun juga.

(40) Engkau akan kuangkat menjadi gubernur, dan seluruh rakyatku akan mentaati perintahmu. Hanya aku sajalah yang lebih berkuasa daripadamu."

Dari sini Kita bisa melihat dengan jelas :

"Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?"

Firaun ini telah melihat kebenaran , tetapi hanya melihat tidak mengembangkanya.

Sehingga kematianya membawa serta seluruh kebudayaan Mesir bersamanya .

Harap saudara memikirkan hal ini baik” untuk mengetahui apa makna sebenarnya dari Firman ini.

Akhir kata Soli Deo Gloria !

Penjelasan khusus:

*[ Sepertinya Sun Yat Sen (bapak pendiri dari Republik China yang telah menggulingkan sistem Kerajaan di China selama +/-5000 tahun )

beliau adalah seorang pemimpin beragama Kristen yang pernah berkata:

"-seorang yang bijak sadar sebelum berbuat

-seorang yang biasa sadar sesudah berbuat

-seorang yang bodoh tidak pernah sadar sebelum / sesudah" berbuat

kita bisa melihat bahwa Yusuf selain disertai dengan Roh Allah juga mempunyai pikiran seorang Gantleman.

"jun zi yu yu yi, xiao ren yu yu li; 君子喻於義,小人喻於利;seorang gentleman, meski merugi tetap memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Tapi small man, hanya mengutamakan profit. zhe shi jie li hai zhe gai shi fei; 這世界利害遮蓋是非"

Ini adalah perkataan dari Kong-Zi (Chinese Philosophy) ]

**[ Di dalam hal ini, kita seharusnya lebih mempunyai kesadaran dari pada orang-orang non Kristen, Yesus berkata, “Jika kebenaranmu tak melebihi kebenaran orang Farisi, engkau tak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Alkitab mengajarkan kepada kita agar kita melakukan sesuatu seperti di depan Allah.

Hal serupa juga pernah di tulis +/-500 tahun hanya saja “Allah” diganti dengan “Langit” {Tian} .

Kita harus peka dalam hal ini, apakah yang Konghucu bilang (katakan) itu adalah wahyu umum ? atau wahyu khusus ? bukan keduanya (dasar: wahyu umum tidak mungkin bertentangan dengan wahyu khusus.

Nb :doktrin soal wahyu umum dan wahyu khusus hanya ada di doktrin Reformed melalui pengertian “mandat cultural” (yang dilaksanakan sebagai tugas khusus dengan pengertiaan yang dalam bedasarkan prinsip-prinsip Alkitab yang tidak bisa ditawarkan )

“mandat cultural” bersifat sekunder tapi bukan berarti tidak penting .

“Terang natural itu tidak cukup, manusia hidup hanya bedasarkan hasil pikiran dan kebudayaan manusia tidak cukup. manusia butuh Terang Supranatural (Firman) ”

- Westminster Confession ) , melainkan reaksi manusia berdosa terhadap wahyu umum Allah di dalam dunia yang berdosa, kalau gitu kq mirip ya ? banyak filsafat khususnya Chinese philosophy yang mirip dengan ayat di Alkitab, tetapi juga ada yang berbeda yang jelas

contohnya Kong-Zi berkata : “Gantleman hidup tidak mencari makan, malainkan kebenaran.” Bandingkan dengan Matius 4:4 Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah."

Disini kita bisa melihat adanya perbedaan secara Qualitative difference antara Pencipta dan yang dicipta. Sebagai makhluk yang dicipta, kita harus sadar bahwa : kita dicipta, kita terbatas, dan kita tercemar. ]

Referensi, penjelasan dengan tanda '*' :

- Filsafat Asia (Chinese philosophy) by Pdt. DR. Stephen Tong

- Kotbah umum Pdt. DR. Stephen Tong

- buku sejarah

Kedaulatan Allah Vs Kebebasan manusia

Dari tema diatas kita melihat seakan-akan ada pertentangan antara Kedaulatan Allah dan Kebebasan manusia, namun benarkah demikian yg dinyatakan oleh Alkitab??

Apakah Alkitab mendukung Kedaulatan Allah saja dan mengabaikan kebebasan manusia??

Apakah Alkitab mendukung Kebebasan manusia saja dan mengabaikan Kedaulatan Allah??

Atau Alkitab mendukung keduanya??

J.J.Paker di dalam bukunya yang berjudul Evangelism & Souvereignity of God (terbitan Momentum) memberikan penjelasan awal sbb:

Kedaulatan Allah dan tanggung jawab manusia merupakan sesuatu yang tampak berkontradiksi namun kedua-duanya sama-sama masuk akal / logis dan sama-sama penting. Dan di dalam bukunya itu J.J. Paker menggunakan istilah Antimoni (di dalam buku tsb dijelaskan arti sebenarnya dari kata Antimoni).

Antimoni adalah 2 kebenaran yang tampaknya tidak bersesuaian. Antimony muncul ketika ada 2 kebenaran yang keduanya tak dapat disangkal tetapi tampak tidak dapat disesuaikan. Keduanya sama-sama ditopang oleh alasan yang kuat dan bukti yang jelas dan kuat sehingga layak untuk dipercaya, tetapi bagaimana mencocokan keduanya masih merupakan misteri.

Anda melihat bahwa keduanya benar tetapi anda tidak mengerti bagaimana keduanya dapat sama-sama benar. Salah satu contoh antimony yang dihadapi fisika modern dalam studi mengenai cahaya. Ada bukti kuat bahwa cahaya terdiri dari gelombang, tapi bukti lain yang sama kuatnya menunjukkan bahwa cahaya terdiri dari partikel. Sulit dimengerti bagaimana cahaya dapat terdiri dari gelombang dan sekaligus partikel, tetapi buktinya ada sehingga tak satu pun dari kedua pandangan itu dapat dibuang atau dikurangi atau dijelaskan dari sudut pandang lain.

Kedua pandangan yang tampak tidak dapat berdampingan itu harus sama-sama diterima sebagai kebenaran. Memang hal ini sulit diterima akal, tetapi harus diterima jika kita ingin setia pada fakta.

Kita mengetahui bahwa permasalahan ini adalah permasalahan yang tidak sederhana.

Namun saya akan mencoba untuk menjelaskan permasalahan ini, walaupun mungkin tidak dapat menyelesaikan seluruh permasalahan yang ada.

Saya akan membagi penjelasan saya di dalam 2 bagian yaitu:

1.Kebebasan manusia setelah jatuh di dalam dosa.

Setelah manusia jatuh di dalam dosa maka seluruh aspek dari manusia mengalami pergeseran (rusak). Sehingga manusia tidak dapat lagi mengenali / mencari Kebenaran yang sesungguhnya atas usahanya sendiri(mengenai hal ini dapat dipelajari di dalam ajaran TULIP yaitu Total Depravity).

Dan karena manusia telah jatuh di dalam dosa maka hubungan antara Allah dan manusia pun rusak. Sehingga manusia mengalami “keterpisahan” dari Allah.

Sedangkan kita telah mengetahui bahwa kehidupan manusia haruslah mengarahkan dirinnya kepada Allah atau berpusat kepada Allah, tanpa itu maka manusia hanya berada di dalam kegelapan(berpusat pada diri sendiri atau pada ciptaan lainnya).

Mengenai hal ini anda dpt baca di artikel berikut:

allah-pencipta-dosa-vt2925.html

jika kita telah memahami hal ini maka dengan sendirinya kita mengetahui bahwa tanpa Anugerah dari Allah maka manusia tidak akan pernah bisa kembali kepada Kebenaran yang sesungguhnya. Artinya semenjak manusia jatuh di dalam dosa maka manusia tidak lagi memiliki kebebasan yang sesungguhnya melainkan sudah berada di dalam kuasa kegelapan. Atau dengan kata lain manusia sudah tidak dapat lagi “memiliki kebebasan untuk memilih” karena semenjak manusia jatuh di dalam dosa, manusia mengalami keterpisahan dengan Allah dan di dalam manusia tidak ada terang Allah sehingga apa yang dilakukan manusia tidak lagi sesuai dgn kehendakNya. Dan apa yang dipilih manusia tidak berpusat lagi kepada Allah. Untuk memahami hal ini saya akan berikan sebuah contoh (namun perlu di ingat contoh ini mungkin tidak dapat merepresentasikan segala sesuatunya).

Contoh:

Jika seseorang memiliki kebebasan untuk memilih, apakah ia ingin merokok /narkoba atau tidak? Sebelum ia memilih ,ia bebas untuk memilih, namun pada saat ia memilih untuk merokok/narkoba maka di kemudian hari ia tidak memiliki kebebasan lagi untuk memilih karena pada saat ia memilih untuk merokok/narkoba maka ia akan kecanduan sehingga ia sudah terbelenggu dan sudah tidak memiliki kebebasan lagi untuk memilih. Ini saya sebut sebuah kebebasan yang disalah gunakan sehingga pada akhirnya ia tidak memiliki kebebasan lagi (walaupun mungkin org tsb merasa bebas untuk memilih namun sebenarnya tidak, ia sudah terbelenggu).

Demikian juga halnya dgn dosa. Adam diberi “Kebebasan” oleh Allah untuk memilih (taat atau tidak), namun pilihan Adam memiliki konsekuensi yang akan diterimanya.

Dan pada saat Adam memilih untuk tidak taat maka pada saat itu adam sudah tidak memiliki lagi kebebasan untuk memilih karena adam telah dikuasai oleh dosa (terbelenggu). Dan semua manusia mengalami ini yaitu terbelenggu oleh dosa karena dosa asal.

Dan hal ini jelas dinyatakan oleh Alkitab sbb:

Roma 7:18 Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik.

Yakobus 1 :13- 14

13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.

14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.

Yakobus 1 : 17

Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

Yakobus 3:14-15

14 Jika kamu menaruh perasaan iri hati dan kamu mementingkan diri sendiri, janganlah kamu memegahkan diri dan janganlah berdusta melawan kebenaran!

15 Itu bukanlah hikmat yang datang dari atas, tetapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan

dan hal ini dikonformasi oleh perkataan Yesus sendiri.

Yoh 8 :41-44

41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."

42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.

43 Apakah sebabnya kamu tidak mengerti bahasa-Ku? Sebab kamu tidak dapat menangkap firman-Ku.

44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta..

Jadi penjelasan saya diatas sesuai dengan prinsip Alkitab yaitu sesuatu yang baik datangnya dari Allah dan yang jahat berasal dari diri kita sendiri atau dari setan.(dan prinsip ini juga dipegang di dalam ajaran Reformed ).

Lalu bagaimana dengan ayat2 yg “seakan2 menyatakan bahwa Allah-lah yg menetapkan kejahatan”??

Namun sebelum saya membahas masalah ini, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu mengenai keselamatan dan penghukuman kekal.

Kita telah mengetahui bahwa semua manusia telah berdosa dan Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa upah Dosa adalah maut. Oleh karena itu kita semua sudah selayaknya di hukum(saya garis bawahi disini bahwa kita semua sudah selayaknya di hukum karena kita semua telah berdosa.).

Namun karena Kasih-Nya maka Allah memberikan Anugerah Keselamatan kepada umat Pilihan-Nya. Dan Allah memberikan iman kepada umat pilihan-Nya sehingga umat pilihan-Nya dapat beriman kepada Yesus Kristus dan menerima keselamatan.

Kita dapat melihat dengan jelas, bahwa manusia beriman sebab

anugerah Allah, dan mereka yang tidak percaya Yesus tidak akan dihukum karena tidak

memiliki iman, melainkan akan dihukum karena perbuatannya yang jahat. Keselamatan

berkaitan dengan iman, sedangkan hukuman berkaitan dengan perbuatan. Itulah aksioma

Alkitab yang selaras dari awal sampai akhir.

DISINI ada letak kekurangsempurnaannya, "mereka yang tidak percaya Yesus tidak akan dihukum karena tidak

memiliki iman, " Apakah dosa yang terbesar ? yaitu menghujat Roh Kudus . Menghujat Roh Kudus artinya sampai kita mati yaitu kita tetap menolak untuk percaya kepada Tuhan yang Benar yaitu Tuhan Yesus Kristus, karena itu tidak percaya kepada Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat satu-satunya sampai hari kematiaan, pasti akan masuk nereka .

Dengan pemahaman konsep diatas, saya akan menjelaskan hubungan antara Kedaulatan Allah, Kebebasan manusia, Anugerah Allah dan dosa.

Semenjak manusia jatuh di dalam dosa ,manusia sudah “tidak memiliki kebebasan lagi” (walaupun secara lahiriah manusia terlihat spt memiliki kebebasan) namun sebenarnya manusia telah terbelenggu oleh kuasa dosa, sehingga apa yang dilakukannya berpusat pada diri sendiri dan mengikuti keinginan daging. Dan jika manusia berbuat kebaikan hal itu semata hanya karena Anugerah Allah saja. Artinya Anugerah Allah(Anugerah umum) yang menahan manusia agar manusia tidak semakin bobrok. Dengan demikian jika Allah tidak memberikan Anugerahnya kepada manusia maka manusia hanya dapat melakukan sesuatu yg jahat.

Untuk memahami hal ini saya akan berikan satu contoh:

Saya adalah orang berdosa, misalkan saya selalu memiliki keinginan daging yaitu mencuri. Dan kuasa dosa telah membelenggu saya sehingga saya selalu ingin mencuri.

Dan hanya karena Anugerah Allah maka saya dapat menahan untuk tidak mencuri. Sebaliknya jika Allah tidak memberikan AnugerahNya kepada saya maka saya tidak dapat menahan untuk tidak mencuri(karena saya akan selalu mengikuti/melakukan yang jahat.) dan semuanya ini dapat terjadi atas “seizin” Allah yang telah “ditetapkan” di dalam rencanaNya yang kekal.. atau dengan kata lain jika Allah tidak mengizinkan maka hal tsb tidak akan mungkin terjadi. Sehingga segala sesuatunya tetap berada di dalam kedaulatan Allah.

Sekarang kita lihat ayat2 yang menyatakan “seakan-akan Allah yang menetapkan kejahatan” yaitu:

Kel 4 :21

Firman TUHAN kepada Musa: "Pada waktu engkau hendak kembali ini ke Mesir, ingatlah, supaya segala mujizat yang telah Kuserahkan ke dalam tanganmu, kauperbuat di depan Firaun. Tetapi Aku akan mengeraskan hatinya, sehingga ia tidak membiarkan bangsa itu pergi.

Dari ayat diatas terlihat seakan-akan Allah telah”menetapkan suatu kejahatan dengan cara mengeraskan hati Firaun” sehingga seakan-akan “kejahatan berasal dari Allah”.

Namun kita harus berhati-hati di dalam memahami ayat diatas, karena jika tidak maka kita akan masuk ke dalam pemahaman dimana “Allah adalah Pencipta dosa”.

Dari penjelasan-penjelasan saya sebelumnya , kita telah mengetahui bahwa semua manusia telah berdosa termasuk Firaun. Dan kita juga mengetahui bahwa jika Allah tidak memberikan AnugerahNya maka manusia hanya dapat melakukan apa yang jahat. Maka saya memahami ayat diatas sbb:

Pada saat Allah”menetapkan” untuk mengeraskan hati Firaun, maka hal tersebut sama dengan Allah tidak memberikan AnugerahNya kepada Firaun untuk menahan “hatinya yang keras” sehingga terjadilah hal tsb.

Dan dalam hal ini pun menurut saya ,kita tidak boleh mengatakan bahwa karena Allah tidak memberikan “AnugerahNya” kepada Firaun maka Allah adalah “penyebab kejahatan tsb” atau ”kejahatan tsb berasal dari Allah”.

Dan satu hal yang perlu kita pahami bahwa Anugerah Allah adalah hak Allah semata(Ia berhak memberikan AnugerahNya kepada siapa yang Ia hendak memberikan AnugerahNya dan tidak memberikan AnugerahNya kepada siapa Ia tidak hendak memberikannya).

Kita tidak dapat mengatakan karena Allah tidak memberikan AnugerahNya kepada saya maka saya melakukan dosa, seperti halnya keselamatan.

Jadi orang yg akan masuk ke dalam penghukuman kekal tidak dapat mengatakan karena Allah tidak mengAnugerahkan keselamatan kepada saya maka saya harus masuk ke dalam penghukuman kekal.

Tetapi sebaliknya kita harus mengerti bahwa orang yg akan masuk ke dalam penghukuman kekal adalah karena dosa yang diperbuatnya.

Demikian pula pada saat kita melakukan dosa, itu karena kita diseret untuk mengikuti keinginan daging kita (berpusat pada diri sendiri).

Demikian juga dengan ayat2 lainnya yang menyatakan seakan-akan Allah-lah pencipta dosa. Kita dapat memahaminya dengan konsep pemikiran spt diatas. Mungkin penjelasan saya ini tidak dapat menyelesaikan semua persoalan yang ada, namun di topic ini saya mencoba menjelaskan dari salah satu sudut pandang dimana “Allah bukan-lah Pencipta dosa”.

Dan segala sesuatu yang terjadi tetap berada di dalam Kedaulatan Allah.

Berikut ini adalah penjelasan dari Bapa Gereja Augustinus dan Tokoh Reformasi John Calvin:

Dosa masuk karena izin Allah yang effektif, seturut istilah Augustinus (permission efficax).

Allah mengizinkan dosa, namun manusia yang harus dipersalahkan, bukan Allah. Tetapi Allah secara effektif mengizinkan dosa.

Calvin memaparkan hal berikut :” manusia menghendaki suatu kehendak yang jahat, Allah menghendaki suatu kehendak yang baik.”

“kejahatan yang berlawanan dengan kehendak Allah, tidak dilakukan tanpa “seizin” dari Allah, karena tanpa “seizin” Allah, hal itu sama sekali tidak mungkin terjadi.”

Note:

Saya pribadi lebih tertarik menggunakan istilah dari Augustinus yaitu “permission efficax” dari pada kata “menetapkan”, namun bagi saya juga tidak masalah jika menggunakan kata “menetapkan” selama pengertiannya “mengizinkan secara effektif”.

Karena kata “menetapkan” memiliki konotasi yang negative yang “seakan-akan kejahatan berasal dari Allah”. Untuk itu kita harus memahami terlebih dahulu maksud dari kata tsb agar tidak terjadi salah pengertian yang menyebabkan kita berpikir bahwa Allah-lah Pencipta dosa.

http://www.sarapanpagi.org/kedaulatan-allah-vs-kebebasan-manusia-vt2933.html--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Catatan penting : kata "menetapkan" selama pengertiaanya "mengizinkan secara effektif" ini sesuai dengan jawaban Pdt Dr Stephen Tong waktu saya tanya kepada beliau. (khususnya untuk buku C Van Til pengantar Theologi Sistematik hal 4 merencanakan / (menetapkan) ) Soal hal ini Pdt Tong mengeluarkan 2 versi yaitu "mengizinkan secara effektif" (oleh Augustinus) / "membiarkan" (buku Ujian, pencobaan, dan kemenangan) pengertiannya sama..tetapi saya sendiri lebih suka dengan kata " membiarkan ".

Soal hal ini jika saudara ingin mengetahui lebih lanjut bisa membaca "REFORMASI DAN THEOLOGI REFORMED" & "UJIAN, PENCOBAAN, DAN KEMENANGAN" & Tanya jawab, hal ini akan sangat jelas.

berikut sedikit kutipannya :

Di dalam bukunya pak Tong "Hati yang Terbakar 5"

Reformasi dan Theologi Reformed

hal 155-156

pak Tong dengan jelas menolak menggunakan kata "menjadikan"

hal ini dimulai waktu reformasi, pada saat itu orang Katholik (kontra-reformasi) menyerang org" reformasi dengan kalimat ini :

"Ajaran reformasi yang menekankan kepada kedaulatan Tuhan akan menjadikan Tuhan Allah sebagai pencipta Iblis."

dijawab oleh Melanchthon dalam Augsburg Confession dengan mengkutip perkataan Tuhan Yesus dalam Yoh 8:44

"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta. "

kesimpulannya reformasi tidak mengajarkan bahwa dosa berasal dari rencana Allah, melainkan dari Iblis sendiri .

(termasuk bukan Allah menetapkan dosa, melainkan mengetahui dan mengizinkan , spt yg sudah sya kutip di atas )

-------------------

" Allah sudah tahu sebelumnya, maka sebelum Adam diciptakan, Allah sudah sediakan Kristus untuk menyelamatkan. Jadi bukan saja Allah TIDAK merencanakan dosa, manusia juga diciptakan bukan untuk berdosa. "

(Dikutip dari "Hati yang Terbakar" 1A, HAL 316 PERT NO 6. PDT DR Stephen Tong)­­

Hari Reformasi

Hari Reformasi

Setiap tanggal 31 Oktober, kita memperingati Hari Reformasi. Satu peristiwa yang dimulai ketika Martin Luther menempelkan suratnya yang berisi 95 dalil di pintu depan gereja di Wittenberg pada tanggal 31 Oktober 1517. Dan warisan yang sangat penting dari Reformasi dan Bapa-bapa Reformator bagi gereja-gereja dan orang-orang percaya sampai saat ini adalah The Five Solas. The Five Solas, mengungkapkan dengan jelas lima kepercayaan dan keyakinan yang fundamental dari Tradisi Reformed (Reformed Tradition), lima pilar yang paling dperlukan sekali dalam kehidupan orang-orang Kristen.

The Five Solas itu adalah:

  • 1.Sola scriptura (The Bible only), yang menyatakan bahwa hanya Alkitab satu-satunya Firman Allah yang diinspirasikan dan yang berotoritas, satu-satunya sumber bagi doktrin-doktrin dan pengajaran-pengajaran Kristen yang benar.

    2.Sola fide (Faith only), yang menyatakan bahwa hanya oleh iman kita dinyatakan benar di hadapan Allah, bukan karena perbuatan baik manusia.

    3. Sola gratia (Grace only), yang mengajarkan bahwa hanya oleh anugrah Allah kita diselamatkan, bukan karena jasa manusia berdosa.

    4.Solus Christus (solo Christo, Jesus Christ only), yang mengajarkan bahwa hanya Yesus Kristus satu-satunya mediator (Sang Juruselamat) antara Allah dan manusia, di luar Kristus tidak ada keselamatan.

    5.Soli Deo Gloria (only Worship God), yang mengajarkan bahwa hanya bagi Allah saja segala pujian dan kemuliaan.

    Rasul Paulus mengajarkan kepada jemaat di Korintus dan kita semua, setelah kita meletakkan dasar yang benar, yaitu Yesus Kristus, kita juga ditantang untuk membangun di atas dasar itu kehidupan, pekerjaan, pelayanan yang baik dan benar, serta harus tahan uji seperti membangun dengan emas, perak dan batu permata (1 Kor 3:10-13). Selain memperingati Hari Reformasi, hari ini kita memasuki minggu terakhir dalam Bulan Keluarga di tahun 2010 ini, tantangannya tetap sama, bagaimanakah kita membangun keluarga di atas dasar yang teguh dan kokoh. Pelayanan kita di dalam membangun keluarga akan seperti emas, perak dan batu permata, serta keluarga kita akan keluarga yang saleh dan berkenan di mata Tuhan jikalau kita membangunnya di atas “The Five Solas”.

    1.Di atas dasar Alkitab. Menjadikan Alkitab dasar, tolak ukur dan sumber bagi pendidikan, pengajaran dan kehidupan baik dalam masalah moral, spiritual, baik dalam kehidupan pribadi maupun keluarga.

    2.Di atas dasar Iman. Setiap pribadi dalam keluarga harus mempunyai iman yang menyelamatkan dalam Yesus Kristus (salvation faith), iman yang hidup (living faith) untuk saling mengasihi, dan iman yang melayani (serving faith), yang membawa seluruh isi keluarga saling memberikan yang terbaik satu kepada yang lainnya.

    3.Di atas dasar Anugrah. Kita percaya bahwa keselamatan itu anugrah, tetapi juga hidup ini juga adalah anugrah Allah. Kita juga harus selalu berdoa untuk meminta Allah memberikan anugrahNya yang melimpah untuk keluarga kita, karena kita sebenarnya lemah dan penuh kekurangan.

    4.Di atas dasar Yesus Kristus. Keluarga kita harus menjadikan Yesus Kristus sebagai Kepala Keluarga kita yang akan memimpin setiap anggota keluarga, baik suami, istri, orang tua, anak, menuju keluarga yang diberkati Tuhan. Yesus Kristus harus menjadi Nakhoda bagi bahtera rumah tangga kita.

    5.Di atas dasar Kemuliaan hanya bagi Allah. Allah yang berinisiatif memulai kehidupan keluarga di taman Eden, Yesus Kristus memulai mujizat pertamanya di perjamuan nikah di Kana untuk sebuah keluarga yang baru, Roh Kudus diam di dalam diri dan keluarga orang-orang percaya. Kita harus percaya bahwa dari sejak semula Allah juga bekerja di dalam membangun keluarga kita. Biarlah apa pun juga yang kita katakan dan perbuat di dalam keluarga kita merupakan ibadah kita di hadapan Allah dan hanya untuk mempermuliakan Allah.