Ajaran Arminianisme mengatakan Yesus mati untuk semua orang berdosa tetapi kematiaanNya hanyalah efektif bagi orang yang akan beriman kepadaNya. Sedangkan Ajaran Reformed adalah Yesus mati bukan untuk semua manusia berdosa melainkan hanya untuk orang2 yang sudah ditentukan selamat dari awalnya. Jadi inti dari ajaran Arminianisme adalah kematian Kristus MEMUNGKINKAN manusia berdosa untuk selamat (dengan syarat manusia itu beriman pada Kristus) sedangkan menurut Reformed, kematian Kristus MEMASTIKAN manusia berdosa (yang telah dipilih) untuk selamat. Manakah yaang benar?
Apakah maksud dan tujuan Allah sewaktu Dia mengirim anakNya ke dunia? Jika kita mengatakan pengorbanan Kristus hanyalah untuk memungkinkan manusia bisa selamat bukankah ini berarti ada saja kemungkinannya tidak ada satu manusia pun yang selamat. Karena bisa saja terjadi tidak ada satu manusia pun yang percaya kepada Kristus. Nah, jika tidak ada satu manusia yang percaya Kristus, bukankah ini berarti kematian Kristus adalah suatu kematian yang mubazir yaitu suatu kematian yang tidak punya efek apa2.
Allah tidak pernah mengerjakan sesuatu hanya demi menghasilkan suatu kemungkinan. Apa yang Dia kerjakan selalu berhasil dan kepastian ini adalah 100%. Sewaktu Allah mengirimkan AnakNya untuk mati di kayu salib, maksud dan tujuan Allah adalah rekonsiliasi manusia dengan Allah. Inilah inti dari ayat Roma 5: 10. Siapakah manusia berdosa yang mendapatkan rekonsiliasi ini? Mereka ini adalah umat pilihan!
Bukti2 penebusan Kristus hanyalah untuk umat pilihan:
1. Ayat2 alkitab mengatakan Kristus mati untuk domba2Nya (Yoh 10: 11, 15). Darah Kristus dicurahkan untuk gerejaNya (Kis 20: 28; Ef 5: 25). Nama Yesus itu berarti penyelamat umatNya dari dosa (Mat 1: 21).
2. Doa intercession Kristus bukanlah untuk dunia, melainkan hanya untuk orang2 pilihan saja (Yoh 17:9). Apabila Kristus mati untuk semua manusia di dunia mengapakah Yesus tidak mendoakan semua manusia? Bukankah hal ini sangat2 janggal?
3. Ayat2 alkitab mengatakan Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa (Mat 18:11) bukan untuk memungkinkan keselamatan bagi manusia berdosa. Lihat juga 2 Kor 5:21, gal 1:4, Gal 3:13 dan Ef 1:7.
Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ini adil? Apakah Allah itu adil bila Dia hanya menyelamatkan orang2 yang telah Dia pilih? Untuk menjawab hal ini, ada suatu ilustrasi yang baik. Misalkan anda melihat 10 pengemis di trotoar lalu anda memberikan uang hanya kepada 1 pengemis. Apakah anda sudah bertindak tidak adil kepada 9 orang yang lainnya? Apakah anda punya kewajiban untuk memberikan uang kepada 10 orang pengemis itu? Jelas tidak bukan! Nah bukankah ini hal yang sama. Apakah Allah itu punya kewajiban untuk menyelamatkan semua orang berdosa? Kalau Allah tidak punya kewajiban, apakah kita bisa menuduh Allah bertindak tidak adil apabila Dia hanya menyelamatkan sebagian manusia? Perhatikan, Allah tidak pernah berlaku tidak adil kepada manusia berdosa! Manusia berdosa yang setiap hari menghujat Allah, melanggar perintah Allah, mereka itu justru mendapatkan keadilan apabila mereka mendapatkan penghukuman Allah. Sedangkan manusia lainnya yang diselamatkan, yang ditebus oleh Kristus, mereka itu mendapatkan anugerah (belas kasihan) dari Allah. Jadi, TIDAK ADA SATU MANUSIA PUN YANG MENDAPATKAN KETIDAKADILAN. Yang satu mendapat keadilan, yang lain mendapat belas kasihan. Tidak ada yang mendapat ketidak adilan!
Pertanyaan berikutnya, apakah Allah itu pilih kasih? Apakah saya itu pilih kasih apabila saya hanya memberikan uang kepada satu pengemis yang saya tidak kenal, tidak tahu dan tidak punya hubungan apa2 dengan saya? Jelas tidak, bukan! Nah, Allah pun tidak pilih kasih di dalam tindakan penyelamatannya karena Allah tidak pernah melihat kebaikan yang ada pada diri orang itu untuk diselamatkan. Semua manusia itu sama parah dosanya di hadapan Allah, semua manusia itu tidak punya kebaikan di mata Allah. Bukankah ini adalah inti dari ayat Roma 3:10-18. Tidak ada satu manusia yang mencari Allah, tidak ada satu manusia yang berbuat baik, tidak ada satu manusia yang mengerti. Tetapi, Allah telah menyelamatkan manusia dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari penjahat, pelacur, pengemis, konglomerat, anak pendeta, president dan raja. Allah tidak pernah pilih kasih.
Lalu dari manakah saya tahu bahwa saya adalah orang yang dipilih Allah? Suatu waktu pendeta Jonathan Edwards pernah ditanyakan hal yang sama oleh salah satu pendengar kotbahnya. Dia berkata kurang lebih demikian "Apabila anda belum beriman kepada Kristus, silakan anda tetap ke gereja untuk mendengar firman Allah, silakan anda untuk belajar mengenai kekristenan dan mencari tahu, suatu saat anda akan tahu sendiri apakah anda itu orang pilihan Allah".
Lalu bagaimanakah untuk orang2 yang sudah beriman kepada Kristus, dari manakah mereka tahu bahwa mereka adalah umat pilihan dan bukan suatu penipuan diri sendiri? Roh Kudus yang akan bersaksi sendiri kepada roh kita bahwa kita adalah anak Allah (Roma 8:16). Hal ini tidak berarti kita akan mendapatkan suatu pengalaman karismatik seperti berbahasa roh, atau karunia2 roh atau mendapat bisikan roh. Roh Kudus akan bersaksi sendiri kepada kita melalui firman Allah yang ada di alkitab. Dengan kata lain, secara praktisnya untuk mengetaui apakah kita ini umat pilihan mulailah dengan belajar alkitab, mengerti, merenungkan dan menjalankan. Mulailah dengan memahami doktrin justifikasi. Pikirkan, renungkan, suatu saat anda akan mendapatkan kepastian sendiri bahwa anda adalah umat pilihan.
Lalu apakah umat pilihan Allah itu bisa murtad? Tidak bisa karena Allah tidak pernah gagal. Sekali lagi keselamatan Allah adalah hal yang pasti dan bukan suatu kemungkinan. Manusia pilihan bisa jatuh ke dalam dosa besar, bisa melarikan diri dari Allah, tetapi suatu saat dia akan kembali kepada Allah. Tahukah, sebenarnya orang kristen yang tidak mau menerima doktrin pemilihan Allah itu punya suatu kerugian besar sekali di dalam hidupnya. Tidak ada yang lebih menghibur kita di saat2 kita susah selain daripada kenyataan bahwa kita ini adalah orang yang sudah mendapatkan belas kasihan Allah. Allah Bapa telah memilih kita sebelum dunia ini diciptakan, Yesus Kristus telah menebus kita demi keselamatan yang pasti dan Roh Kudus telah mengaplikasikan keselamatan itu melalui kelahiran baru sehingga kita bisa percaya kepada Kristus. Inilah adalah pekerjaan Allah Trinitas di dalam keselamatan.