Senin, 27 Februari 2012

Apakah Yesus Kristus mati untuk semua orang?

Untuk menjawab pertanyaan di atas terlebih dahulu saya paparkan perbedaan antara teologi Arminianisme dan teologi Reformed tentang penebusan Kristus.

Ajaran Arminianisme mengatakan Yesus mati untuk semua orang berdosa tetapi kematiaanNya hanyalah efektif bagi orang yang akan beriman kepadaNya. Sedangkan Ajaran Reformed adalah Yesus mati bukan untuk semua manusia berdosa melainkan hanya untuk orang2 yang sudah ditentukan selamat dari awalnya. Jadi inti dari ajaran Arminianisme adalah kematian Kristus MEMUNGKINKAN manusia berdosa untuk selamat (dengan syarat manusia itu beriman pada Kristus) sedangkan menurut Reformed, kematian Kristus MEMASTIKAN manusia berdosa (yang telah dipilih) untuk selamat. Manakah yaang benar?

Apakah maksud dan tujuan Allah sewaktu Dia mengirim anakNya ke dunia? Jika kita mengatakan pengorbanan Kristus hanyalah untuk memungkinkan manusia bisa selamat bukankah ini berarti ada saja kemungkinannya tidak ada satu manusia pun yang selamat. Karena bisa saja terjadi tidak ada satu manusia pun yang percaya kepada Kristus. Nah, jika tidak ada satu manusia yang percaya Kristus, bukankah ini berarti kematian Kristus adalah suatu kematian yang mubazir yaitu suatu kematian yang tidak punya efek apa2.

Allah tidak pernah mengerjakan sesuatu hanya demi menghasilkan suatu kemungkinan. Apa yang Dia kerjakan selalu berhasil dan kepastian ini adalah 100%. Sewaktu Allah mengirimkan AnakNya untuk mati di kayu salib, maksud dan tujuan Allah adalah rekonsiliasi manusia dengan Allah. Inilah inti dari ayat Roma 5: 10. Siapakah manusia berdosa yang mendapatkan rekonsiliasi ini? Mereka ini adalah umat pilihan!

Bukti2 penebusan Kristus hanyalah untuk umat pilihan:
1. Ayat2 alkitab mengatakan Kristus mati untuk domba2Nya (Yoh 10: 11, 15). Darah Kristus dicurahkan untuk gerejaNya (Kis 20: 28; Ef 5: 25). Nama Yesus itu berarti penyelamat umatNya dari dosa (Mat 1: 21).
2. Doa intercession Kristus bukanlah untuk dunia, melainkan hanya untuk orang2 pilihan saja (Yoh 17:9). Apabila Kristus mati untuk semua manusia di dunia mengapakah Yesus tidak mendoakan semua manusia? Bukankah hal ini sangat2 janggal?
3. Ayat2 alkitab mengatakan Yesus datang untuk menyelamatkan manusia berdosa (Mat 18:11) bukan untuk memungkinkan keselamatan bagi manusia berdosa. Lihat juga 2 Kor 5:21, gal 1:4, Gal 3:13 dan Ef 1:7.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah ini adil? Apakah Allah itu adil bila Dia hanya menyelamatkan orang2 yang telah Dia pilih? Untuk menjawab hal ini, ada suatu ilustrasi yang baik. Misalkan anda melihat 10 pengemis di trotoar lalu anda memberikan uang hanya kepada 1 pengemis. Apakah anda sudah bertindak tidak adil kepada 9 orang yang lainnya? Apakah anda punya kewajiban untuk memberikan uang kepada 10 orang pengemis itu? Jelas tidak bukan! Nah bukankah ini hal yang sama. Apakah Allah itu punya kewajiban untuk menyelamatkan semua orang berdosa? Kalau Allah tidak punya kewajiban, apakah kita bisa menuduh Allah bertindak tidak adil apabila Dia hanya menyelamatkan sebagian manusia? Perhatikan, Allah tidak pernah berlaku tidak adil kepada manusia berdosa! Manusia berdosa yang setiap hari menghujat Allah, melanggar perintah Allah, mereka itu justru mendapatkan keadilan apabila mereka mendapatkan penghukuman Allah. Sedangkan manusia lainnya yang diselamatkan, yang ditebus oleh Kristus, mereka itu mendapatkan anugerah (belas kasihan) dari Allah. Jadi, TIDAK ADA SATU MANUSIA PUN YANG MENDAPATKAN KETIDAKADILAN. Yang satu mendapat keadilan, yang lain mendapat belas kasihan. Tidak ada yang mendapat ketidak adilan!

Pertanyaan berikutnya, apakah Allah itu pilih kasih? Apakah saya itu pilih kasih apabila saya hanya memberikan uang kepada satu pengemis yang saya tidak kenal, tidak tahu dan tidak punya hubungan apa2 dengan saya? Jelas tidak, bukan! Nah, Allah pun tidak pilih kasih di dalam tindakan penyelamatannya karena Allah tidak pernah melihat kebaikan yang ada pada diri orang itu untuk diselamatkan. Semua manusia itu sama parah dosanya di hadapan Allah, semua manusia itu tidak punya kebaikan di mata Allah. Bukankah ini adalah inti dari ayat Roma 3:10-18. Tidak ada satu manusia yang mencari Allah, tidak ada satu manusia yang berbuat baik, tidak ada satu manusia yang mengerti. Tetapi, Allah telah menyelamatkan manusia dari berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari penjahat, pelacur, pengemis, konglomerat, anak pendeta, president dan raja. Allah tidak pernah pilih kasih.

Lalu dari manakah saya tahu bahwa saya adalah orang yang dipilih Allah? Suatu waktu pendeta Jonathan Edwards pernah ditanyakan hal yang sama oleh salah satu pendengar kotbahnya. Dia berkata kurang lebih demikian "Apabila anda belum beriman kepada Kristus, silakan anda tetap ke gereja untuk mendengar firman Allah, silakan anda untuk belajar mengenai kekristenan dan mencari tahu, suatu saat anda akan tahu sendiri apakah anda itu orang pilihan Allah".

Lalu bagaimanakah untuk orang2 yang sudah beriman kepada Kristus, dari manakah mereka tahu bahwa mereka adalah umat pilihan dan bukan suatu penipuan diri sendiri? Roh Kudus yang akan bersaksi sendiri kepada roh kita bahwa kita adalah anak Allah (Roma 8:16). Hal ini tidak berarti kita akan mendapatkan suatu pengalaman karismatik seperti berbahasa roh, atau karunia2 roh atau mendapat bisikan roh. Roh Kudus akan bersaksi sendiri kepada kita melalui firman Allah yang ada di alkitab. Dengan kata lain, secara praktisnya untuk mengetaui apakah kita ini umat pilihan mulailah dengan belajar alkitab, mengerti, merenungkan dan menjalankan. Mulailah dengan memahami doktrin justifikasi. Pikirkan, renungkan, suatu saat anda akan mendapatkan kepastian sendiri bahwa anda adalah umat pilihan.

Lalu apakah umat pilihan Allah itu bisa murtad? Tidak bisa karena Allah tidak pernah gagal. Sekali lagi keselamatan Allah adalah hal yang pasti dan bukan suatu kemungkinan. Manusia pilihan bisa jatuh ke dalam dosa besar, bisa melarikan diri dari Allah, tetapi suatu saat dia akan kembali kepada Allah. Tahukah, sebenarnya orang kristen yang tidak mau menerima doktrin pemilihan Allah itu punya suatu kerugian besar sekali di dalam hidupnya. Tidak ada yang lebih menghibur kita di saat2 kita susah selain daripada kenyataan bahwa kita ini adalah orang yang sudah mendapatkan belas kasihan Allah. Allah Bapa telah memilih kita sebelum dunia ini diciptakan, Yesus Kristus telah menebus kita demi keselamatan yang pasti dan Roh Kudus telah mengaplikasikan keselamatan itu melalui kelahiran baru sehingga kita bisa percaya kepada Kristus. Inilah adalah pekerjaan Allah Trinitas di dalam keselamatan.

by John Liem on Saturday, January 23, 2010 at 1:22pm ·

Teologia Reformed dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini

Teologia Reformed dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini


Teologia Reformed dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini

Penulis: Stephen Tong

Edisi: 026/III/2002

Isi:

PENDAHULUAN

Teologia Reformed merupakan sesuatu gerakan pengertian firman Tuhan yang berdasarkan hati nurani yang murni dan perasaan tanggung jawab yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Baik dari Martin Luther, Zwingli maupun Calvin mereka sebenarnya tidak ada maksud untuk memecah gereja, mengajarkan doktrin-doktrin yang baru atau memisahkan sebagian orang untuk memihak mereka, melainkan mereka benar-benar terdorong oleh suatu keadaan yang menyedihkan yaitu penyelewengan-penyelewengan yang terjadi dalam gereja terhadap Alkitab dan doktrin-doktrin yang diajarkan dari jaman ke jaman.

Para Reformator adalah orang-orang jujur yang mau kembali setia kepada Allah dan mereka juga mau mempengaruhi gereja agar kembali setia kepada Allah. Mereka tidak menegakkan doktrin yang baru, melainkan menjelaskan doktrin yang dari kekal sampai kekal tidak berubah berdasarkan firman Tuhan yang diwahyukan dalam Kitab Suci. Khususnya Calvin, dalam "Institutes of the Christian Religion", mempunyai motivasi supaya manusia mengenal bahwa ajaran-ajaran Reformed adalah sesuai dengan ajaran-ajaran Kitab Suci. Boleh dikatakan ini adalah semacam kebangunan doktrinal yang bersangkut-paut dengan pengertian kepada interpretasi yang sah terhadap iman rasuli. Selain daripada pengaruh dalam hal doktrin yang benar, kekristenan juga membawa kita sebagai anak-anak Tuhan yang setia menjalankan tugas kehidupan di dalam dunia ini untuk mempunyai perasaan tanggung-jawab kultural dan sosial. Baik di dalam aliran Lutheran maupun Calvinis keduanya memiliki gagasan bagaimana orang Kristen hidup sebagai warga negara yang harus menjadi terang dunia dan dapat mempengaruhi kebudayaan serta membawa Kekristenan kepada Kristus yang sebenarnya adalah Raja di atas segala bidang dan aspek kebudayaan. Dengan demikian di mana teologi Reformed berada, daerah itu menerima pengaruh daripada kebenaran di dalam semua aspek kebudayaan.

Selain kembali kepada ajaran Kitab Suci dan hidup bertanggung jawab dan memberi pengaruh kebudayaan, Calvin juga mementingkan:

  1. Kedaulatan Allah di dalam seluruh dunia, khususnya di dalam Tubuh Kristus,
  2. hanya berdasarkan iman saja manusia dibenarkan.

Di dalam kedua hal di atas, boleh dikatakan bahwa kedua Reformator mendapat pengaruh dari Agustinus. Doktrin anugerah, doktrin keselamatan, doktrin Allah dan Injil yang murni ditegakkan kembali di dalam ajaran teologia Reformed sehingga kita tidak asing dengan istilah-istilah: sola scriptura, solagratia, sola fide, soli Deo gloria dan lain-lain. Kesemuanya adalah cetusan istilah yang begitu singkat namun tepat untuk melukiskan tekanan-tekanan dari gerakan Reformasi pada jaman itu yang berpengaruh ke segala jaman.

Itulah sebabnya sejak Reformasi, 470 tahun lebih y.l., kita melihat pengaruh Teologi Reformed sangat menonjol, seperti:

  1. Di mana pengajaran Reformed disebarkan di sana penghargaan terhadap kehormatan atau martabat manusia tidak terlepas dari gerakannya. Dan akibat dari penghargaan terhadap hak manusia ini maka di mana Calvinisme berada di sana boleh dikatakan menjadi tempat-tempat suburnya demokrasi di dalam pembentukan masyarakat dan politik mereka.
  2. Selain daripada itu aliran Lutheran dan Calvinis juga berpengaruh di bidang sastra, bahasa maupun musik. Ini merupakan suatu kontribusi yang penting. Sesudah beberapa ratus tahun kemudian, mandat kultural menjadi sesuatu aspek yang dipentingkan dan ditekankan oleh kaum Calvinis. Maka kita melihat semua negara Protestan mencapai kemajuan di dalam bidang industri, ilmiah lebih pesat daripada negara-negara yang tidak dipengaruhi oleh teologia Protestan. Sampai hari ini produksi-produksi yang paling akurat dan dapat diandalkan, misalnya, adalah berasal dari Jerman, Swedia dan sebagainya. Ini adalah pengaruh tidak langsung dari Reformasi. Hal yang sama juga terjadi di bidang musik. Jadi boleh dikatakan bahwa pengaruh ini telah meluas dan mencapai segala bidang, seperti yang dikatakan oleh Abraham Kuyper bahwa tidak ada satu inci pun di dalam bidang hidup manusia yang Kristus tidak ada takhtanya.

TEOLOGIA REFORMASI DI TENGAH-TENGAH KONTEKS BERGEREJA DI INDONESIA

Indonesia pernah dijajah oleh Belanda sehingga gereja Protestan merupakan gereja yang sangat luas dan berakar di Indonesia semasa penjajahan. Kami pikir gereja pada waktu itu merupakan gereja dari lapisan kelompok masyarakat yang agak tinggi sehingga Keristenan sebenarnya masih belum terlalu mendarat dan berakar dalam masyarakat umum. Menunggu sampai Gereja Pentakosta timbul di Indonesia, barulah Injil dikabarkan kepada khalayak yang lebih banyak. Khususnya melalui karunia-karunia seperti kesembuhan dan sebagainya. Hal ini menarik banyak orang miskin datang kepada Kekristenan sehingga Kekristenan menurun kepada lapisan yang lebih rendah.

Sedikit berbeda dengan penginjilan di daratan Tiongkok yang pada waktu itu lapisan masyarakat atasnya adalah penganut Konfusianisme, mereka bersikap antipati kepada Keristenan. Karena itu Kekristenan melalui OMF (dahulu CIM) hanya mencapai kebanyakan orang dari lapisan bawah atau rendah. Sedangkan di Indonesia karena gereja adalah milik lapisan yang agak atas atau tinggi, kecuali di beberapa tempat yang dahulunya merupakan daerah animisme dan kemudian ada sebagian yang menjadi daerah Kristen, maka kami tidak berpandangan bahwa orang-orang Kristen itu sudah menerima dengan jelas atau mempunyai posisi teologia Reformed dengan pengertian dan kepercayaan yang kuat di dalam kondisi sedemikian. Setelah gereja-gereja harus menghadapi kultur yang lebih bersifat pluralistik, kita melihat banyak gereja Protestan mempunyai gejala yang sangat tidak normal. Misalnya sebagian dari mereka tidak puas dengan pelayanan gereja masing-masing sehingga banyak yang terpengaruh dan menuju kepada gereja-gereja yang lebih bercorak emosional maupun gerakan pengalaman ke gerakan Karismatik atau Pentakostal dan sebagainya. Sementara banyak orang yang dulunya anggota Protestan masih menyimpan jimat-jimat dan berhala-berhala sebagai pengaruh kebudayaan lama yang tidak mereka lepaskan sesudah menamakan dirinya Kristen. Di sini terlihat bahwa gerakan Protestan sendiri masih berusaha di dalam suatu ketidak-stabilan teologia maupun iman kepercayaan dan pengalaman agama yang sesuai dengan teologia itu. Karenanya teologia Reformed perlu cepat-cepat ditanamkan dengan sebenar-benarnya dan sekokoh-kokohnya kepada jemaat yang ada bahkan hendaknya mulai berpengaruh dinamik kepada orang-orang yang belum mengenal teologia Reformed.

Pada dewasa ini sebagian dari pemimpin-pemimpin gereja Reformed sudah terlalu menyimpang dan jauh dari ajaran Reformed yang asli. Misalnya mereka tidak lagi memegang prinsip-prinsip dari jaman Reformasi, termasuk sola scriptura, sola gratia, sola fide dan sebagainya sehingga orang-orang gereja Protestan sudah dipengaruhi oleh teologia- teologia kontemporer yang menamakan dirinya tetap bertradisi Reformed tetapi yang sebenarnya sudah banyak menyimpang. Misalnya: aliran neo- ortodoks, baik dari Karl Barth maupun Emil Brunner semuanya menganggap diri beraliran Reformed. Mereka menganggap sendiri tetap membela teologia Reformed tetapi dari semangat dan prinsip dasarnya sudah jauh sekali dari Reformed yang asli. Kalau orang Kristen di Indonesia sudah banyak terpengaruh oleh mereka sehingga mereka menganggap diri juga termasuk orang-orang Reformed yang bersifat lebih dinamis karena merasa gereja harus menyesuaikan atau mempunyai semangat adaptasi di dalam setiap jaman dan sebagainya, maka kami kira ada bahaya yang harus cepat disadari oleh para pemimpin gereja maupun orang-orang Kristen di Indonesia pada jaman ini.

PERKEMBANGAN MANDAT KULTURAL DAN SOSIAL DALAM TRADISI REFORMASI

Teologia Reformed mempunyai satu ciri khas selain memberitakan Injil sebagai mandat utama juga ada mandat kultural yang harus kita kerjakan sehingga ini memungkinkan orang Kristen menjadi terang di dalam segala bidang kehidupan. Jikalau kita mau menyaksikan Kristus bukan hanya di dalam lingkup gereja, maka kita harus mempunyai semangat Kekristenan yang harus dibawa ke dalam bidang-bidang di mana kita diutus sebagai hakim, profesor, presiden, guru, dokter, pedagang dan sebagainya seharusnya membawa "tanda" dari iman Kristen dan semangat Kekristenan untuk mempengaruhi bidang-bidang di mana mereka berada. Di dalam hal ini terlihat bahwa negara-negara Barat menjunjung tinggi kejujuran lebih daripada negara-negara yang bukan dipengaruhi oleh Kekristenan. Sedangkan kejujuran ini menjadi suatu hal yang dianggap sangat merugikan diri di banyak kebudayaan Timur yang kuno, maka akhirnya kita melihat nilai kejujuran itu bukan saja tidak merugikan Barat karena negara-negara yang menjunjung tinggi kejujuran malah diberkati oleh Tuhan dengan kekuatan yang melebihi negara-negara agama lain maupun negara-negara komunis. Bagi Mao Ze Dong dan bagi Moscow, Watergate Affair merupakan suatu hal yang tidak perlu diperjuangkan, tetapi bagi orang-orang yang dipengaruhi oleh Protestantisme, hal itu merupakan suatu hal yang penting sekali bagi filsafat negara mereka. Ini adalah suatu contoh kasus untuk membuktikan pengaruh tidak langsung dari Kekristenan di Barat.

Selain daripada itu pengaruh pertemuan-pertemuan ilmiah menjadi makin pesat sekali bertumbuh di bawah pengaruh langsung maupun tak langsung Kekristenan di Barat sehingga negara-negara Protestan jauh lebih cepat maju dibanding dengan negara-negara Katholik maupun negara-negara beragama lainnya. Dan di bidang politik karena mereka meninggikan hak azasi manusia sebagai ciptaan Allah menurut peta dan teladan-Nya, ini mengakibatkan kesama-rataan dan penghormatan terhadap harkat manusia menjadi mungkin. Hal inilah yang menjadi dasar yang penting dari demokrasi di Barat. Meskipun banyak yang belum bisa menjalankan demokrasi ini, seperti politik Apartheid (diskriminasi) dan sebagainya, namun hal ini sebenarnya bertentangan dengan semangat Kekristenan.

Musik sebelum Johan Sebastian Bach dikatakan kebanyakan dimonopoli di Italia daerah Katholik, tetapi Jerman merupakan suatu negara yang mengalami Reformasi sehingga semacam semangat keketatan dan semangat ketelitian diwarisi di sana sampai sekarang ini. Dan Martin Luther adalah seorang petani yang mempunyai semangat keakuratan, ketelitian, kejujuran serta kesungguhan yang tak bisa dikompromikan. Hal seperti ini juga mengakibatkan timbulnya semacam pengalaman peitisme ditambah dengan semangat keakuratan yang telah berakar menyebabkan Johann Sebastian Bach dan lain-lainnya mencetuskan musik-musik yang sampai kini diakui amat tepat dengan presisi yang tinggi bahkan setelah diuji dan dianalisa dengan komputer. Baik George Frederick Handel maupun Bach adalah orang-orang Protestan. Semuanya ini merupakan permulaan kebangunan musik di daerah Jerman yang sebelumnya tidak pernah mencapai mutu setinggi ini di dalam dunia musik. Kedua orang Jerman ini telah dikagumi baik oleh Joseph Haydn, Mozart maupun Ludwig van Beethoven. Dan ketiga orang yang disebutkan belakangan ini adalan orang-orang Katholik, namun pengaruh dari Handel dan Bach sudah meresap mendalam kepada mereka.

MISI DAN PEKABARAN INJIL DALAM TRADISI REFORMASI

Sepanjang sejarah penginjilan terlihat Reformasilah yang mengembalikan Kekristenan kepada Injil yang paling murni dengan pemberitaan, kepercayaan dan dasar teologi yang tidak berkompromi. Skop Injil ini adalah bahwa hanya dengan mengenal Tuhan Yesus saja kita diselamatkan, hanya melalui iman saja kita diterima dan hanya melalui kedaulatan Tuhan kita boleh menjadi anak-anakNya serta hanya melalui Kristus saja kita ditebus. Maka Reformasi ini merupakan satu-satunya era yang begitu kompak dan murni untuk kembali kepada Injil yang asli sehingga teologi Reformed itu juga disebut teologia Injili. Dan dari permulaan gereja Lutheran disebut evangelical church sehingga nama "Injili" merupakan suatu istilah yang tak terpisahkan dari gereja-gereja Protestan. Misalnya pada waktu Injil disebarkan di Indonesia, gereja-gereja Protestan selalu tidak lupa mencantumkan istilah tersebut dalam nama lengkapnya. Contohnya: Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM), Gereja Masehi Injili Timor (GMIT), Gereja Masehi Injil Sangir-Talaud (GMIST) dan istilah-istilah ini adalah suatu indikasi yang menunjukkan bahwa Injil memang sangat penting. Dan di mana gereja Protestan berada di sana banyak orang kembali kepada Tuhan sehingga boleh dikatakan bahwa gereja Protestan mempunyai jiwa injili yang luar biasa. Namun fakta juga menunjukkan banyak gereja Reformed sesudah melalui suatu jangka waktu mereka lupa akan anugerah Tuhan atau menginterpretasikannya secara tidak benar. Kita mengambil contoh: karena segala sesuatu berdasarkan anugerah maka kalau berdosapun akan diampuni dan lain sebagainya. Ini mengakibatkan etika dan moral gereja-gereja Protestan itu tidak ditekankan. Dengan perkataan lain kesalah-pengertian ini telah mengakibatkan banyak orang Kristen hidup tak sesuai dengan ajaran kepercayaannya. Hal ini tentu sangat disesalkan dan menyedihkan.

Itulah sebabnya juga setelah 150 tahun dari gerakan Reformasi Martin Luther, gerakan Pietisme berusaha merubah kesulitan-kesulitan yang timbul. Di Indonesia banyak orang Kristen di daerah Protestan yang sangat tidak mementingkan hidup sesuai dengan panggilan sebagai saksi Kristus di dalam dunia ini. Salah satu sebab lainnya adalah karena di dalam gerakan Reformed, Protestan sangat mementingkan penanaman dan penyebaran gereja, maka banyak yang menjadi anggota gereja tanpa mempunyai pengalaman sendiri bergumul untuk bertobat, menerima Kristus secara pribadi dan lain sebagainya. Karena di dalam gereja Protestan umumnya orang mempercayai akan perjanjian keluarga sehingga seisi keluarga menjadi orang Kristen, maka amat mungkin sebagian dari anak- anak yang dibaptiskan itu belum atau tidak mengalami pertobatan pribadi. Dapat dikatakan inilah letak titik kelemahan jiwa atau semangat penginjilan dalam gereja-gereja bertradisi Reformed.

ANTARA PROTESTANTISME DAN KAPITALISME

Bagi kami, Kapitalisme adalah semacam hasil dari keserakahan manusia yang egosentris dan usaha mendapatkan uang melalui cara-cara yang tidak adil di dalam masyarakat. Maka menurut Max Webber, hal sedemikian ini makin menonjol sesudah Protestantisme timbul. Tetapi kita harus mengetahui dan memisahkan hal ini dengan jelas. Sebelum terjadi Reformasi, Kapitalisme sudah ada. Kapitalisme merupakan semacam gejala masyarakat yang konsisten semenjak permulaan sejarah sampai akhir jaman. Tetapi mengapakah kapitalisme dianggap menonjol sesudah Reformasi timbul, khususnya Calvinisme? Ini adalah karena ajaran penatalayanan (stewardship) yaitu manusia adalah juru kunci di hadapan Allah yang harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu termasuk kesehatan, waktu, uang, bakat dan seluruh karunia yang diberikan-Nya. Ajaran ini menyebabkan semua orang Kristen harus baik- baik memakai waktunya untuk bekerja. Uang yang mereka dapatkan tidak boleh dihamburkan untuk berjudi, bermabuk-mabukan, berzinah dan sebagainya sehingga dengan penghematan sedemikian mereka justru menyimpan uang lebih banyak lagi. Uang yang banyak ini ditambah dengan rasa tanggungjawab terhadap Tuhan mengakibatkan mereka tidak secara sembarangan mempergunakannya. Maka mereka menanam modal dan bekerja lagi sampai mendapatkan uang (kapital) yang lebih besar lagi. Jadi kita tidak bisa tidak mengakui bahwa karena konsep bekerja keras, penghematan dan rasa tanggungjawab kepada Tuhan telah mengakibatkan dimana Protestantisme sejati berada di sana pasti ada kekayaan yang lebih besar dibandingkan masyarakat yang bukan Protestan.

Sebagai contoh kita melihat bahwa masyarakat Bali memakai uang yang banyak hasil kerja mereka untuk upacara pemakaman dan sebagainya, sehingga bagaimanapun juga mereka tidak akan menjadi terlalu kaya. Ini merupakan kenyataan bagaimana agama mempengaruhi hidup perekonomian manusia.

Tetapi karena sesudah negara-negara kapitalis menjadi kaya, lalu mereka berusaha meminjamkan uang kepada negara-negara miskin, maka secara tidak langsung ini menimbulkan penindasan antara manusia dengan manusia melalui penerimaan suku bunga dan sebagainya. Semuanya ini merupakan suatu hal yang tak bisa dihindarkan. Namun sekalipun demikian, kita harus membedakan antara Kapitalisme dengan prinsip Kekristenan. Banyak negara meskipun mayoritas penduduknya Kristen tetapi tidak menjalankan prinsip Kekristenan karena pemerintahan di sana dipegang oleh orang-orang yang tidak setia kepada Kekristenan yang sejati.

MEMPERTAHANKAN TRADISI REFORMASI DALAM KONTEKS GEREJA KONTEMPORER MASA KINI

Kita harus membagi teologia dan aplikasinya secara jelas. Teologia berarti pengertian manusia secara ilmiah akan Allah, sedangkan aplikasinya yaitu bagaimana menyatakan iman kita dan fungsi iman di dalam hidup sehari-hari. Teologia Reformed mengajarkan tentang Allah Tritunggal, Kristus adalah Mediator satu-satunya, Roh Kudus adalah diri-Nya Allah, dan Alkitab adalah firman Tuhan yang diwahyukan serta gereja adalah orang-orang Kristen yang ditebus oleh Tuhan, juga melalui pertobatan dan diperanakkan pula manusia menjadi anak-anak Allah dan lain sebagainya. Kesemuanya adalah ajaran yang bukan saja harus dipertahankan, melainkan tidak boleh berubah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya. Dan ini dimasukkan ke dalam kategori iman kepercayaan yang bersifat mutlak dan melampaui segala jaman dan daerah. Kita harus mempertahankan, memperjuangkan dan memperdebatkan hal ini dalam keadaan bagaimanapun demi menjaga kemurnian kepercayaan maupun substansi dari Kekristenan itu sendiri.

Sedangkan di dalam masyarakat orang Kristen harus menjadi terang atau cahaya kesaksian melalui pengamalan akan sifat kasih, keadilan dan kesucian Allah dalam hidup kita. Hal ini merupakan sesuatu yang harus kita pelajari yakni bagaimana memancarkan kemuliaan Allah di dalam setiap jaman yang berbeda. Di samping itu harus diketahui bagaimana mempertahankan hidup Kekristenan dan bahkan bisa mempengaruhi orang lain melalui sifat-sifat ilahi yang bersangkut-paut dengan etika serta penerapannya di dalam masyarakat yang sangat pluralistik.

Dalam katekismus Heidelberg dikatakan bahwa gereja yang benar dan sejati harus mengajarkan kebenaran firman Tuhan dengan benar dan ketat, lalu menjalankan sakramen dengan benar serta melaksanakan disiplin gereja dengan benar pula. Selain itu gereja harus memberitakan Injil demi menjamin kelangsungan dan kesehatan pertumbuhan gereja secara konsisten.

Apa yang seharusnya gereja bina pada masa kini?

Gereja yang baik, pertama, harus membenahi doktrin-doktrin kepercayaannya sehingga berakar dengan mengetahui siapa, apa dan mengapa kita percaya. Kedua, pengajaran tentang hidup bertanggung jawab kepada Allah menurut etika yang sesuai dengan ajaran Alkitab yakni memancarkan sifat ilahi di bidang moral kepada sesama manusia. Ketiga, membenahi akan makna hidup dan pelayanan. Sebagaimana kita adalah orang-orang Kristen maka kita harus hidup dan melayani orang lain sesuai dengan prinsip-prinsip Alkitab. Keempat, kita harus berusaha membina orang Kristen untuk memuliakan Tuhan di bidang- bidang yang berbeda dalam masyarakat luas. Kelima, bagaimana gereja mendorong pelebaran pekabaran Injil di dalam melaksnakan tugas Amanat Agung.

Akhirnya, bagaimana gereja bisa mempunyai orang-orang yang mampu memimpin di dalam masyarakat?

Kecuali gereja bisa memberikan isi pemberitaan dan pengajaran yang dirasakan cukup oleh orang-orang berpotensi maka barulah kita bisa mendapatkan orang-orang yang bermutu bagi Kekristenan. Mereka yang berkualitas ini harus membimbing agar lebih berkembang, potensi mereka perlu digali serta diarahkan dengan benar. Dengan demikian, untuk mengharapkan munculnya pemimpin-pemimpin yang menjadi kunci dalam masyarakat maka seharusnya para pemimpin gereja pada masa kini memiliki hati yang lapang, visi yang jauh, pandangan yang tepat serta cinta kasih yang limpah dan bijaksana. Jikalau tidak, maka Kekristenan akan selalu tertinggal di belakang. Di lain pihak kepemimpinan itu bukanlah sekedar bisa dilatih atau dicetak oleh usaha manusia, melainkan dibangkitkan oleh Tuhan ditambah dengan penggalian dan latihan sehingga segenap potensi dapat diperkembangkan. Juga harus diciptakan kemungkinan praktek di ladang sebagai sarana output dari apa yang sudah ada padanya ditambah dengan ujian yang lama barulah seseorang bisa menjadi pemimpin yang kuat yang hebat!

Sumber:

Sumber diambil dari: Judul Buku : Menuju Tahun 2000; Tantangan Gereja Di Indonesia Judul Artikel : Teologia Reformed dan Revelansinya Bagi Gereja Masa Kini Penulis : - Penerjemah : - Penerbit : Momentum Halaman : 47 - 55

Beda antara Pelagian, Semi-Pelagian, Arminian, Lutheran dan Reformed

Apakah beda antara pandangan Pelagian, Semi-Pelagian, Arminian, Lutheran dan Reformed tentang hubungan antara kehendak manusia dan anugerah keselamatan dari Allah?

Ajaran Pelagian adalah tidak ada yang disebut dengan dosa asal. Semua manusia lahir netral tanpa dosa. Manusia bisa berkehendak bebas memilih baik dan jahat, percaya Tuhan ataupun tidak. Sebagai mahluk yang independent maka Roh Kudus tidak berinteraksi dengan kehendak bebas manusia.

Ajaran Semi-Pelagian adalah manusia lahir dengan dosa asal tetapi dosa itu tidak mencemarkan kehendak bebas manusia. Manusia harus berinisiatif dengan kehendak sendiri untuk percaya Kristus maka Roh Kudus akan membantu manusia. Ingat film Titanic yang aktornya berkata “you jump, I jump”? Ajaran Semi-Pelagian adalah manusia harus berkehendak untuk percaya Kristus dahulu, maka Roh Kudus akan datang menolong.

Ajaran Arminian adalah manusia lahir dengan dosa asal, kehendak bebasnya pun tercemar dosa asal. Manusia tidak akan berkehendak bebas memilih Kristus akibat dari polusi dosa asal itu. Lalu bagaimana manusia bisa percaya Kristus? Allah telah memberikan anugerah kepada semua manusia. Anugerah dari Allah ini menyebabkan kehendak bebas manusia menjadi netral supaya bisa memilih percaya Kristus maupun tidak percaya Kristus. Dalam hal ini supaya selamat maka manusia harus mengaktifkan kehendak bebasnya menerima injil Kristus. Dengan kata lain, keselamatan membutuhkan kerja sama antara anugerah Allah dengan kehendak manusia. Secara statistic mungkin keselamatan itu adalah 50% kontribusi Allah, 50% kontribusi manusia lewat kehendak bebasnya.

Ajaran Lutheran adalah manusia lahir dengan dosa asal, kehendak bebasnya pun tercemar dosa asal. Manusia tidak akan berkehendak bebas memilih Kristus akibat dari polusi dosa asal itu. Lalu bagaimana manusia bisa percaya Kristus? Allah telah memberikan anugerah kepada semua manusia. Lalu apa bedanya antara Arminian dengan Lutheran? Arminian mengajarkan untuk selamat, manusia harus MENGAKTIFKAN KEHENDAK BEBASNYA untuk percaya Kristus. Lutheran mengajarkan manusia tidak bisa mengaktifkan kehendak bebasnya untuk percaya Kristus. Lalu bagaimana manusia bisa selamat? Syaratnya adalah manusia jangan menolak pekerjaan Roh Kudus di dalam dirinya. Asalkan manusia TIDAK MENOLAK anugerah itu dengan kehendak bebasnya maka dia pasti selamat. Secara statistic mungkin keselamatan itu adalah 75-95% kontribusi Allah dan 5-25% kontribusi manusia.

Ajaran Reformed adalah manusia lahir dengan dosa asal, kehendak bebasnya pun tercemar dosa asal. Manusia tidak akan berkehendak bebas memilih Kristus akibat dari polusi dosa asal itu. Manusia sudah mati di dalam dosa. Manusia bukan saja tidak mampu, dia pun tidak mau untuk selamat dengan mempercayai injil Kristus. Lalu bagaimana manusia bisa ada yang selamat? Karena Roh Kudus sudah mengubah spiritualitas diri manusia. Anugerah Roh Kudus sudah menghidupkan kerohanian manusia yang mati itu. Anugerah Roh Kudus ini akan mengubah hati manusia sehingga dia atas kehendak sendiri mau menerima injil Kristus. Secara statistik, keselamatan adalah 100% dari Allah, manusia tidak berkontribusi apa2 (0%).

Lalu manakah yang benar? Saran saya anda membaca Roma 9 secara keseluruhan, maka akan anda bisa tahu sendiri yang mana yang benar. Perhatikan ayat berikut:

9:14

Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil!

9:15

Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."

9:16

Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah.

Perhatikan Paulus menyatakan keselamatan manusia adalah tergantung pada kemurahan hati Allah BUKAN PADA KEHENDAK BEBAS manusia (9:16). Lalu apakah Allah tidak adil? Paulus sudah menjawab "Mustahil" titik.

Oleh John Liem

Berikut adalah tanya jawab antara orang reformed dan non-reformed :

1. Kalau keselamatan itu 100% dari Allah,dan manusia tidak berkontribusi apa2!..Maka manusia tidak usah mengurusi masalah keselamatan yg kepunyaan Allah ?!..Lebih baik mengurusi keselamatan untuk DIRI SENDIRI AJA !..aman ?...Untuk apa ngurusi KESELAMATAN ORANG LAIN !?. ...Maka KENALILAH DIRIMU SENDIRI !..DAN KENALI ORANG LAIN !...maka dalam 100 peperangan 100 x BERKEMENANGAN !....( Sun Tzu ).. Dapat mengenal diri sendiri = PENCERAHAN BATHIN!...Mampu mengalahkan diri sendiri = PERKASA !............Hari 2 gini masih BERHALUSINASI & PESIMIS !?....> berthelogia PESIMIS SUDAH BUKAN ZAMANNYA ! Dosa terbesar manusia adalah MENIPU DIRI SENDIRI DAN MENIPU ORANG LAINN ! musuh terbesar manusia adalahDIRI SENDIRI !


Jawab :
Allah menyelamatkan manusia lewat pemberitaan injil yang dilakukan oleh manusia. Manusia diberikan tugas untuk berpartisipasi dalam rencana karya penyelamatan ini. Makanya kita harus mengurusi keselamatan orang lain. Persoalan mau terima atau tidaknya orang itu terhadap tawaran keselamatan akan tergantung pada anugerah Allah.

2. Persoalannya minta respon manusia atas tawaran? tapi masih tergantung...?jadi manusia tidak berkontribusi apa2..maka lebih baik diam aja kan nanti terserah Allah!? > Theologi Pesimis ini sudah harus ditinggalkan !?... Siapa yg nyuruh memberi Anugrah !?...Manusia bukan ROBOT !?...

Jawab :
Siapa bilang teologi calvinist itu teologi pesimis? Justru optimis, sehingga orang yang lahir di keluarga islam, hindu, budha, fanatik bisa menjadi kristen. Jikalau keselamatan ditentukan oleh respoons manusia tanpa anugerah Allah campur tangan maka sangat pesimis orang2 yang lahir dalam situasi demikian (diancxam mati oleh keluarga) bisa menjadi kristen.

3.
Anugrah dulu atau Respon dulu ? tentu Anugrah dulu !...Siapa yg nyuruh memberi Anugrah ?...Sudah dikatakan > Anugrah itu tidak otomatis !..Perlu dikerjakandan MENJADI MILIK KITA !? Orang yg menyangkal usaha manusia disebut IDEALIS !... " MENJADI" yg dinamis lebih penting dari " ADA " yg pesimis !?.....YG REALISTIS AJA !..Jangan menyangkal Realita!.. Manusia tidak hidup di awang 2 !?

Jawab :
Justry anda yang menyangkal realita ayat alkitab. Bisakah anda jelaskan isi Roma 9 dengan paradigma anugrah-respons versi anda? Jawabannya adalah jelas tidak!

4. apakah bila seseorang tidak menyakini reformed ia akan binasa ?

Jawab :
Yang menentukan keselamatan adalah iman pada Kristus. Iman kepada Kristus ya dalam arti iman yang sejati.

5.
iman yg sejati????mksdnya,tlg dijelaskan terperinci

Jawab :
Ada iman yang sejati dan ada iman yang palsu. Iman yang sejati adalah pemberian Allah. Beriman palsu ya maksudnya orang itu tidak tahu kalau imannya itu ternyata palsu. Seseorang bisa saja tersentuh, simpati dan menghayati pengorbanan Kristus, jadi sekedar pengalaman psikologi. Hal ini mirip dengan kategori beriman.


Siapakah Juruselamat Sejati ?

Berbicara tentang Juruselamat tentu saja ada yang perlu diselamatkan, karena kalau tidak ada yang perlu disematkan, maka tidak perlu Juruselamat, sama seperti "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit”
Lalu siapakah yang perlu Juruselamat ? yaitu manusia. Diselamatkan dari apa ? diselamatkan dari dosa . sewaktu saya masih, saya mempunyai konsep keselamatan yang berpusat pada diri sendiri, yaitu dengan perbuatan baik yang nantinya ditimbang bersama dengan dosa, nah tinggal berat mana, berat amal masuk surga, berat dosa masuk neraka .. Pikiran saya ini bukan dari buku agama lain, ataupun dari pengaruh logical positivisme justru dari seorang guru sekolah Minggu saya dulu, karenanya pada waktu dulu, saya merasa tidak perlu Juruselamat wong kita sendiri bisa nyelametin diri kita kok ..
Konsep pikiran seperti inilah yang ada di agama non Kristen.
Apakah yang sebenarnya Alkitab katakan tentang ini ?
Roma 3:23 : semua orang telah berdosa & Roma 6:23 : upah dosa adalah maut. Artinya apa ? artinya 1 dosapun sudah cukup untuk antar kamu ke neraka, tak peduli seberapa banyak perbuatan baik yang kamu lakukan, sama seperti pepatah berkata karena Satu titik nila rusak susu sebelanga ... itulah diri kita, kita semua adalah makhluk yang dicipta, terbatas, dan tercemar oleh dosa, sebagai makhluk yang tercemar oleh dosa, kita semua adalah hamba dosa tanpa terkecuali dan kita semua patut dihukum mati di neraka karena pelanggaran-pelanggaran kita.
Dengan dasar itu, maka tidak ada harapan lagi untuk manusia bisa selamat dari penghukuman tersebut,
Roma 2:24 Seperti ada tertulis: "Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain."
Melihat hal tersebut, tentu kita akan memikirkan apakah syarat seorang Juruselamat?
Juruselamat manusia harus memenuhi beberapa syarat dasar :
1. Harus manusia sejati, karena Ia tidak mungkin menebus manusia dengan penggantian kalau Ia sendiri bukan manusia (Flp 2:1-11)
2. Harus Allah sejati, karena jika hanya manusia, Ia tidak mungkin mengalahkan kuasa maut.
3. Ia harus sendirinya tidak berdosa, karena kalau Ia sendiri berdosa, Ia tidak bisa menggantikan dosa orang lain. Dengan demikian seluruh hidup-Nya harus merupakan hidup yang sempurna.
Apakah ada pendiri agama yang bisa memenuhi ke 3 syarat ini ? bukankah semua orang termasuk para pendiri agama hanyalah manusia yang pernah berdosa ?
Harapan satu-satunya muncul dari inisiatif Allah sendiri yang mau menebus umat-Nya dari dosa mereka melalui AnakNya yang tunggal, Yesus Kristus
Yesus Kristus, adalah Tuhan dari agama Kristen, namun tahukan kalian arti dari nama “Yesus” dan “Kristus” ?
Yesus = Juruselamat , Kristus = Yang Diurapi / Yang Diutus / Yang Terpilih
Yesus Kristus artinya adalah Satu-satunya Juruselamat yang diutus Allah dengan pengurapan khusus.
Seorang pujangga Inggris, namanya C.S. Lewis. Dahulu adalah seorang atheis, menerima evolusi, dan menghina Kekristenan, ia pernah mangatakan Yesus yang dipercaya oleh orang Kristen itu, hanya ada 4 kemungkinan yang bisa menjelaskan siapa :
1. Orang gila 2. Orang sombong yang tak bermoral 3. Seorang penipu 4. Memang adalah Allah yang berinkarnasi.
Namun pada akhirnya ia bertobat dan menjadi Kristen, pernyataannya tersebut dikoreksi satu persatu oleh dia sendiri, sampai akhirnya ia menarik satu kesimpulan, “If Jesus is not God, then who is He ?”
Keunikan Yesus Kristus :
Auguste Comte adalah tokoh besar dari aliran filsafat positivisme logis sekaligus bapa dari sosiologi positivisme logis adalah aliran yang mengajarkan segala sesuatu harus masuk akal, kalau tidak masuk akal maka hal itu hanyalah omong kosong belaka yang tak patut dipercayai.
Ia pada suatu hari datang ke rumah seorang temannya yang bernama Thomas Carlyle yang adalah seorang dengan nama begitu besar, pengarang buku Revolusi Prancis yang membuatnya dalam waktu 26 tahun. Comte mengatakan bahwa dirinya akan mendirikan agama baru yaitu agama humanisme, agama tanpa pendeta, tanpa Alkitab, dan tanpa hal-hal yang bersifat diluar logika.
Thomas menjawab Comte “Selamat! Tetapi kalau kami ingin agama yang kamu dirikan itu sukses, paling sedikit harus ada tiga syarat. Pertama (1), kamu harus mengatakan kalimat-kalimat yang belum pernah dikatakan oleh orang lain , kedua (2), kamu harus melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan orang lain, ketiga (3) kamu harus berani mengatakan kapan kamu mati, dan tiga hari setelah kamu mati, kamu harus bangkit kembali. Kalau ketiga syarat ini kamu penuhi, maka agama yang kamu dirikan itu pasti sukses.
Jawaban Thomas Carlyle adalah ringkasan untuk mengerti siapakah Kristus, mari kita bersama-sama meneliti keunikan-keunikan ini:
1. Mengatakan kalimat-kalimat yang belum pernah dikatakan oleh orang lain :
-Yoh 8:46 Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?
-Yoh 14 :6 "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.*
2. Melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan orang lain :
Ada 3 pekerjaan yang paling besar yaitu : Penciptaan, penebusan, dan pewahyuan kebenaran. Salah satu bukti nyatanya : Yoh 9 menceritakan tentang seorang yang buta sejak lahir, seorang yang tidak pernah mempunyai pengalaman untuk melihat disembuhkan oleh Yesus, hal ini disebut creation ex nihilo (mencipta dari tidak ada menjadi ada) Hal ini bisa karena Kristus adalah kemanusiaan penuh dan keilahian penuh tanpa percampuran, tanpa perubahan, tanpa perpecahan,tanpa perpisahan, karakteristik dari setiap natur tetap dipertahankan dan bersama-sama membentuk satu pribadi. yang merupakan pribadi kedua dari Tritunggal . (Dwinatur) hal ini merupakan penyimpulan dari Konsili Khalsedon tahun 451 dan diakui oleh gereja baik Katholik & Protestan yang meliputi Lutheran, Calvinis, Karismatik. Namun hal ini ditolak oleh sekelompok orang yang namanya Arianisme dan Gnostisisme yang mewarisi pikiran dari Neo-Platoisme, yang akhirnya menolak ke-Ilahian Yesus, dan menolak paham Trinitas/Tritunggal, sekarang nama kerennya adalah Saksi Yehova .
3. Berani mengatakan kapan kamu mati, dan tiga hari setelah kamu mati, kamu harus bangkit kembali :
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit." Markus 9:31
Malaikat berkata "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?"(Lukas 24:5)
Sekarang mari kita lihat apa saja yang dikalahkan oleh KEBANGKITAN-NYA :
· 1. Kuasa politik yang tidak beres : Waktu setelah Pilatus memberikan kuasa untuk orang-orang menyalib Yesus, ia cuci tangan, dianggapnya dengan begitu ia bisa mencuci dosa, kebangkitan Yesus telah membuat Pilatus gemetar sekaligus menunjukkan bahwa Pilatus yang tidak benar.
· 2. Kuasa militer tidak dapat menahan dia : Waktu Yesus dikubur, kuburnya dijaga oleh paling sedikit 80 tentara lengkap dengan 1 centurionnya ( 1 centuria ) sewaktu mereka mendengar ada suara dari dalam kubur dan melihat batu penutup kubur yang terguling, mereka gemetaran, senjatanya jatuh, dan lari ketakutan, hal ini membuktikan kuasa militer tidak dapat merintangi kebangkitan Yesus.
· 3. Kuasa kebangkitan Yesus membuktikan bahwa kuasa agama palsu tidak bisa merintangi Dia. Orang Farisi berusaha memakai uang untuk menyiarkan kabar bohong, tetapi hal itu percuma karena murid-murid Yesus pergi dan mengkabarkan bahwa Kristus telah bangkit, walaupun ancamannya adalah nyawa mereka sendiri, namun mereka tidak gentar karena kalaupun mereka mati, mereka mati untuk kesejatian, hal ini diteruskan sampai saat ini, dimana kitapun bisa mengerti bahwa Kristus memang benar-benar bangkit.
· 4. kebangkitanNya membuktikan bahwa kuasa alam tidak dapat merintangi Dia : Batu itu harus terguling, padahal untuk menggulingkan batu itu diperlukan 5-6 orang yang kuat, baru bisa terbuka. Siapakah yang sanggup menggulingkan dan membuka batu kubur itu ? kalau Yesus hanyalah manusia, pastilah tidak mungkin bisa terguling batu itu. Hal itu haa mungkin terjadi karena kuasa Ilahi.
Setelah kita membahas banyak poin-poin penting tersebut, saya ingin mengajak saudara-saudara untuk merenungkan satu ayat didalam Yoh 3:16 dan kalimat “The Grace of God is free, but not cheap”kalimat ini diucapkan oleh seorang pendeta Jerman yang bernama Dietrich Bonhoeffer, Bonhoeffer, yang dibunuh oleh Hitler beberapa waktu sebelum NAZI kalah perang.
Maukah saudara menghargai anugrah yang gratis tapi tidak murah itu ? Maukah ? engkau bukan menjawab saya, engkau menjawab kepada Tuhan yang hidup ditahtaNya melalui perkataan dan perbuatanmu.
Kiranya firman Tuhan yang adalah kebenaran, terus mengkuduskan setiap orang yang percaya kepadaNya, Kiranya segala kemuliaan dikembalikan kepada Tuhan, Amin
(Michael Zhang)

-Buku Siapakah Kristus ? (Stephen Tong)