Sejarah Michael Servetus
Teman-teman, mulai Minggu ini persekutuan remaja akan membahas artikel dengan judul “Adakah jejak darah Servetus pada Calvinis ?” yang menjadi salah satu tuduhan “Wajib” bagi mereka yang anti Calvinis dalam menyerang Calvinis. Oleh karenanya merupakan hal yang penting untuk kita pelajari bukan karena kita jemaat “Reformed” melainkan karena kita sebagai murid Kristus dituntut untuk mengali kebenaran yang sesungguhnya .
Teman-teman, mulai Minggu ini persekutuan remaja akan membahas artikel dengan judul “Adakah jejak darah Servetus pada Calvinis ?” yang menjadi salah satu tuduhan “Wajib” bagi mereka yang anti Calvinis dalam menyerang Calvinis. Oleh karenanya merupakan hal yang penting untuk kita pelajari bukan karena kita jemaat “Reformed” melainkan karena kita sebagai murid Kristus dituntut untuk mengali kebenaran yang sesungguhnya .
Michael Servetus (Miguel Servet), ahli geografi, tabib, psikolog, telah banyak menyumbang bagi kesejahteraan manusia melalui penemuan-penemuan ilmiahnya. Michael Servetus hidup pada zaman pergolakan kekristenan di Eropa.
Michael Servetus lahir pada tahun 1511 di desa Villanueva de Sijena, Spanyol. Ia adalah penulis buku terkenal dari :
1.“The Restitution of Christianity” (Biologi)
2. ‘’Geography Ptolemeus’’ (Geografi)
3. ‘’Universal Treatiseon Syrups’’ (Medis)
1.“The Restitution of Christianity” (Biologi)
2. ‘’Geography Ptolemeus’’ (Geografi)
3. ‘’Universal Treatiseon Syrups’’ (Medis)
Pembelajaran Servetus dalam bidang sejarah dan Alkitab telah membantunya sampai kepada kesimpulan bahwa selama tiga abad pertama Tarikh Masehi, Kekristenan telah diselewengkan. Ia mendapati bahwa Konstantin dan para penggantinya telah memperkenalkan ajaran-ajaran palsu yang mengakibatkan diterimanya Tritunggal sebagai doktrin resmi. Pada usia 20 tahun, Servetus menerbitkan bukunya ‘‘On the Errors of the Trinity’’, karya tulis yang menyebabkan dia menjadi sasaran utama Inkuisisi.
Servetus memahami permasalahannya dengan jelas. “Dalam Alkitab,” tulisnya, “Tritunggal tidak pernah disebutkan. Kita dapat mengenal Allah, bukan melalui konsep filsafat yang kita banggakan, tetapi melalui Kristus.” Namun Servetus juga pernah membuat kesimpulan yang keliru. Misalnya, ia memperhitungkan bahwa Armagedon dan [Pemerintahan Milenium Kristus] akan terjadi semasa hidupnya.
Pada 1553, Servetus dijatuhi hukuman mati pada sebuah tiang atas tuduhan menyebarkan ajaran sesat oleh dewan kota Jenewa, Swiss. Servetus dipandang banyak Unitarian (Non Trinitarian) sebagai salah seorang pendiri agama mereka. Calvin sendiri meminta dewan agar hukuman mati itu diubah dari hukuman bakar menjadi dengan pedang / dipenggal namun ditolak. Rincian historis dapat ditemukan dalam buku Schaff . Calvin tetap menyatakan Servetus salah hingga ia meninggal . Hukuman mati Servetus merupakan sebuah argumen utama yang digunakan untuk menyerang Calvin hingga sekarang .
Dilihat dari sisi sejarah, Servetus adalah orang yang sangat berjasa dalam hal ilmiah & geografi. Apakah benar Calvin salah dalam persoalan Servetus, seperti yang dituduhkan ?
Bersambung ....
Sumber :
http://www.sarapanpagi.org/john-calvin-vt758.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Michael_Servetus
http://id.wikipedia.org/wiki/Yohanes_Calvin
Michang (Michael Chang)